Cara follow up lamaran kerja
Sebagian besar lamaran tidak dibalas sama sekali. Diam itu jarang berarti keputusan soal kamu. Rekruter menangani banyak posisi sekaligus, dan jadwal rekrutmen sering molor. Follow up yang singkat dan sopan itu wajar, bukan memaksa, dan sesekali bisa membuat lamaran kamu kembali dilirik.
Kapan dikirim
- Setelah melamar: tunggu sekitar seminggu, atau sampai tanggal penutupan lowongan lewat.
- Setelah interview: ucapan terima kasih di hari yang sama atau besok paginya. Lalu follow up kalau belum ada kabar beberapa hari setelah tanggal yang mereka janjikan.
- Setelah follow up tidak dibalas: satu kali lagi seminggu kemudian masih wajar. Setelah itu, lepaskan dan alihkan tenaga ke lamaran lain.
Dikirim ke siapa
Ke orang yang memang pernah berhubungan dengan kamu: rekruter yang menelepon, atau orang yang meng-interview kamu. Kalau kamu melamar lewat portal dan tidak punya kontak siapa pun, cari rekruter atau hiring manager tim tersebut di LinkedIn dan kirim pesan singkat di sana. Orang yang jelas namanya hampir selalu lebih baik daripada email karier umum.
Contoh email setelah melamar
Subjek: Lamaran Marketing Analyst, [Nama Kamu]
Selamat siang Ibu Sari,
Saya telah melamar posisi Marketing Analyst pada 2 September dan ingin memastikan lamaran saya sudah diterima. Saya masih sangat tertarik dengan posisi ini, terutama fokusnya pada analisis performa kampanye, yang menjadi pekerjaan saya selama dua tahun terakhir.
Saya dengan senang hati menjelaskan lebih lanjut bagian mana pun dari pengalaman saya bila diperlukan.
Terima kasih atas waktunya,
[Nama Kamu]
[Nomor telepon]
Contoh email setelah interview
Subjek: Terima kasih, interview Marketing Analyst
Selamat sore Bapak Budi,
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berbincang dengan saya hari ini. Saya senang mendengar cerita tentang tim yang sedang membangun ulang pelaporannya, dan obrolan kita membuat saya semakin yakin posisi ini cocok untuk saya.
Saya menantikan kabar mengenai tahap selanjutnya.
Salam hormat,
[Nama Kamu]
Yang sebaiknya dihindari
- Pesan yang isinya cuma "ada kabar?". Tambahkan satu kalimat ketertarikan yang tulus atau detail yang relevan.
- Follow up setiap dua atau tiga hari.
- Melampirkan CV lagi padahal tidak diminta. Mereka sudah punya.
- Mengirim pesan yang sama lewat email, LinkedIn, dan WhatsApp sekaligus.
- Menghubungi rekruter lewat WhatsApp kecuali mereka yang lebih dulu menghubungi kamu di sana.