Cara perkenalan diri saat interview kerja
Hampir setiap interview dibuka dengan "Coba ceritakan tentang diri kamu" atau "Silakan perkenalkan diri". Kedengarannya basa-basi, padahal bukan. Pewawancara sedang melihat apakah kamu bisa merangkum diri dengan jelas dan menghubungkan latar belakang kamu dengan posisi yang dilamar. Kebanyakan orang malah membacakan CV dari awal, atau bicara lima menit tanpa arah.
Jawaban yang baik cukup satu sampai dua menit dan punya satu tugas: menjelaskan kenapa orang seperti kamu pantas duduk di interview ini, untuk posisi ini.
Struktur yang bekerja: sekarang, sebelumnya, ke depan
- Sekarang: apa yang kamu kerjakan saat ini, dalam satu atau dua kalimat. Posisi kamu sekarang, atau kalau baru lulus, jurusan kamu dan apa yang sedang kamu fokuskan.
- Sebelumnya: satu atau dua pengalaman yang menjelaskan bagaimana kamu sampai di titik ini, dipilih karena relevan dengan pekerjaan ini. Bukan seluruh riwayat hidup.
- Ke depan: kenapa posisi ini langkah yang masuk akal berikutnya, dan apa dari perusahaan ini yang membuat kamu tertarik.
Contoh: fresh graduate
Saya baru lulus bulan lalu dari jurusan akuntansi, dan setahun terakhir saya fokus di pelaporan keuangan. Waktu magang di sebuah perusahaan distribusi menengah, saya membantu tim finance menutup buku setiap bulan dengan merekonsiliasi tagihan pemasok. Saya membuat lembar pelacakan sederhana yang memangkas tumpukan pekerjaan dari sekitar dua minggu jadi empat hari.
Dari magang itu saya sadar bahwa saya menikmati bagian akuntansi yang mengubah proses berantakan jadi rapi dan bisa diandalkan. Posisi ini menarik perhatian saya karena tim di sini sedang memindahkan pelaporannya ke sistem baru, dan itu persis jenis pekerjaan yang ingin saya pelajari dengan serius.
Contoh: sudah beberapa tahun bekerja
Saya digital marketer dengan pengalaman empat tahun. Terakhir saya di perusahaan e-commerce, menjalankan iklan berbayar di Meta dan Google dengan anggaran sekitar 300 juta rupiah per bulan. Sebelumnya saya bekerja di agensi, yang melatih saya menangani beberapa klien dengan tujuan berbeda-beda sekaligus.
Setahun terakhir waktu saya lebih banyak habis untuk analisis daripada menjalankan iklan, yaitu mencari tahu kampanye mana yang benar-benar mendatangkan pelanggan yang membeli ulang. Saya melamar ke sini karena posisi ini menempatkan analisis itu sebagai inti pekerjaan, dan produk di sini punya siklus pembelian ulang yang membuat analisis seperti itu paling berdampak.
Kesalahan yang bikin jawaban melenceng
- Mulai dari cerita sekolah dan membacakan CV secara berurutan. Pewawancara sudah pegang CV kamu.
- Detail pribadi yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, seperti status pernikahan atau daerah asal, kecuali memang berkaitan dengan posisinya.
- Lebih dari dua menit. Kalau pewawancara ingin tahu lebih banyak, mereka akan bertanya.
- Kata sifat tanpa bukti: pekerja keras, cepat belajar, bisa bekerja dalam tim. Satu contoh konkret lebih kuat daripada tiga kata sifat.
- Menghafal naskah kata per kata. Cukup ingat tiga bagiannya dan satu atau dua ceritanya, lalu sampaikan seperti sedang bicara dengan orang.
Kalau interview-nya dalam bahasa Inggris
Strukturnya sama persis. Siapkan poin-poinnya dalam bahasa Inggris, bukan terjemahan kalimat per kalimat dari versi bahasa Indonesia, supaya terdengar wajar. Versi bahasa Inggris panduan ini punya dua contoh jawaban yang bisa kamu jadikan acuan.
Siapkan dalam lima belas menit
Tulis tiga bagiannya sebagai poin singkat, bukan kalimat lengkap. Pilih satu atau dua pengalaman dari CV kamu yang paling cocok dengan deskripsi lowongan. Lalu ucapkan jawabannya keras-keras dengan timer, dua kali. Percobaan kedua hampir selalu lebih singkat dan lebih jelas, dan versi itulah yang dipakai.